SHARE
Home > News > Features > AI Bard Besutan Google Meluncur di Eropa dan Brazil untuk Saingi ChatGPT

AI Bard Besutan Google Meluncur di Eropa dan Brazil untuk Saingi ChatGPT

16 July 2023 15:50 WIB Google AI

Baru-baru ini kecerdasan buatan bernama Bard sudah dirilis di beberapa negara Eropa dan Brazil. Chatbot hasil garapan perusahaan Google, Alphabet tersebut perluasan produk terbesar yang dibentuk Google sejak Maret untuk menyaingi ChatGPT besutan Microsoft.

Kedua chatbpt tersebut merupakan produk AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) generatif yang dapat menjawab pertanyaan lewat teks layaknya manusia.

Namun, munculnya Bard di Uni Eropa ditunda karena masalah privasi. Melansir Merahputih.com Komisi Perlindungan Data Irlandia yang menyebut bahwa raksasa teknologi itu tidak memberikan informasi yang cukup tentang bagaimana alat AI generatifnya melindungi privasi masyarakat Eropa.

Bard dapat menghasilkan teks, menerjemahkan bahasa, menulis berbagai jenis konten kreatif, dan menjawab pertanyaan pengguna dengan cara yang informatif. Foto: Google

Perusahaan mengatakan telah bertemu pengawas untuk meyakinkan mereka tentang masalah yang berkaitan dengan transparansi, pilihan, dan kontrol.

Dalam pengarahan dengan jurnalis, Amar Subramanya, wakil presiden teknik Bard, menambahkan bahwa pengguna dapat memilih agar Bard tidak mengumpulkan data mereka.

Baca Juga: Google Kembangkan Gemini AI, Lebih Canggih dari ChatGPT?

Namun, Subramanya menolak berkomentar apakah ada rencana untuk mengembangkan aplikasi Bard. "Bard adalah eksperimen," katanya seperti dikutip bbc.com. "Kami ingin berani dan bertanggung jawab."

Google juga kini menambahkan fitur baru ke Bard yang berlaku di seluruh dunia. Ini termasuk kemampuan chatbot untuk menyampaikan jawabannya dengan bersuara kepada pengguna dan kemampuan untuk menanggapi permintaan yang juga menyertakan gambar.

"Mulai hari ini, kamu dapat berkolaborasi dengan Bard dalam lebih dari 40 bahasa, termasuk Arab, Mandarin, Jerman, Hindi, dan Spanyol," kata direktur produk senior Google Jack Krawczyk dalam sebuah kiriman di blog

"Terkadang mendengar sesuatu dengan keras dapat membantumu mendekati ide dengan cara yang berbeda. (Teknologi) Ini sangat membantu jika kamu ingin mendengar pengucapan kata yang benar atau mendengarkan puisi atau naskah," sambungnya.

Baca juga: Google Luncurkan Imagen Editor, Bisa Ubah Gambar dalam Satu Kalimat

Krawczyk juga menyampaikan bahwa kini pengguna dapat mengubah nada dan gaya respons Bard menjadi sederhana, panjang, pendek, profesional, atau santai.

Pengguna juga dapat menyematkan atau mengganti nama percakapan, mengekspor kode ke lebih banyak tempat, dan menggunakan gambar sebagai petunjuk. (dsh)


Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!
Home > Blog > Features > AI Bard Besutan Google Meluncur di Eropa dan Brazil untuk Saingi ChatGPT

AI Bard Besutan Google Meluncur di Eropa dan Brazil untuk Saingi ChatGPT

16 July 2023 15:50 WIB
Google AI

Baru-baru ini kecerdasan buatan bernama Bard sudah dirilis di beberapa negara Eropa dan Brazil. Chatbot hasil garapan perusahaan Google, Alphabet tersebut perluasan produk terbesar yang dibentuk Google sejak Maret untuk menyaingi ChatGPT besutan Microsoft.

Kedua chatbpt tersebut merupakan produk AI (artificial intelligence/kecerdasan buatan) generatif yang dapat menjawab pertanyaan lewat teks layaknya manusia.

Namun, munculnya Bard di Uni Eropa ditunda karena masalah privasi. Melansir Merahputih.com Komisi Perlindungan Data Irlandia yang menyebut bahwa raksasa teknologi itu tidak memberikan informasi yang cukup tentang bagaimana alat AI generatifnya melindungi privasi masyarakat Eropa.

Bard dapat menghasilkan teks, menerjemahkan bahasa, menulis berbagai jenis konten kreatif, dan menjawab pertanyaan pengguna dengan cara yang informatif. Foto: Google

Perusahaan mengatakan telah bertemu pengawas untuk meyakinkan mereka tentang masalah yang berkaitan dengan transparansi, pilihan, dan kontrol.

Dalam pengarahan dengan jurnalis, Amar Subramanya, wakil presiden teknik Bard, menambahkan bahwa pengguna dapat memilih agar Bard tidak mengumpulkan data mereka.

Baca Juga: Google Kembangkan Gemini AI, Lebih Canggih dari ChatGPT?

Namun, Subramanya menolak berkomentar apakah ada rencana untuk mengembangkan aplikasi Bard. "Bard adalah eksperimen," katanya seperti dikutip bbc.com. "Kami ingin berani dan bertanggung jawab."

Google juga kini menambahkan fitur baru ke Bard yang berlaku di seluruh dunia. Ini termasuk kemampuan chatbot untuk menyampaikan jawabannya dengan bersuara kepada pengguna dan kemampuan untuk menanggapi permintaan yang juga menyertakan gambar.

"Mulai hari ini, kamu dapat berkolaborasi dengan Bard dalam lebih dari 40 bahasa, termasuk Arab, Mandarin, Jerman, Hindi, dan Spanyol," kata direktur produk senior Google Jack Krawczyk dalam sebuah kiriman di blog

"Terkadang mendengar sesuatu dengan keras dapat membantumu mendekati ide dengan cara yang berbeda. (Teknologi) Ini sangat membantu jika kamu ingin mendengar pengucapan kata yang benar atau mendengarkan puisi atau naskah," sambungnya.

Baca juga: Google Luncurkan Imagen Editor, Bisa Ubah Gambar dalam Satu Kalimat

Krawczyk juga menyampaikan bahwa kini pengguna dapat mengubah nada dan gaya respons Bard menjadi sederhana, panjang, pendek, profesional, atau santai.

Pengguna juga dapat menyematkan atau mengganti nama percakapan, mengekspor kode ke lebih banyak tempat, dan menggunakan gambar sebagai petunjuk. (dsh)

Baru Dibuka

Glory Petshop - Alam Sutera

, Tangerang, Banten, 15143

Buka pukul 09:30 - 21:00 Tutup

Side.id - Media Kawasan Alam Sutera, BSD dan Gading Serpong

Merupakan media untuk memberikan rekomendasi tempat yang berdasarkan lokasi, rating, dan kategori yang diinginkan. Sudah punya usaha bisnis dan ingin menyampaikan profil bisnis Anda kepada pembaca setia? Daftarkan sekarang! Gratis!