Features

Menilik Wajah Serpong yang Kini Semakin Berkembang

Dalam beberapa tahun lagi, siapa sih yang tidak mau tinggal di Serpong? Pada tahun 80-an, kawasan ini hanya berisi semak belukar dan hutan karet.

Sejak 1960, Serpong dikenal sebagai kawasan lokasi galian pasir, bukan kawasan hunian. Bisa dilihat, ada beberapa tempat bekas galian pasir di kawasan Serpong. Pasir-pasir ini nantinya dikirim ke Jakarta untuk pembangunan Ibu Kota.

Kawasan Serpong Semakin Berkembang
Seiring berjalannya waktu, kawasan ini dikembangkan oleh konsorsium real estat menjadi kawasan hunian dan kota baru. Serpong dialih fungsikan untuk menjadi penyangga beban Jakarta yang semakin padat. Ada sebelas real estat yang bergabung dalam Bumi Serpong Damai untuk mengembangkan enam ribu hektar tanah menjadi kawasan permukiman.

Pada awal 90-an, perumahan pertama telah diresmikan. Rumah-rumah bertipe BTN itu dibangun di Sektor 1 atau Griya Loka di Kelurahan Rawabuntu, Serpong. Tipe paling kecil dari perumahan ini adalah 21/60 seharga Rp4,9 juta, tipe di atasnya 27/90, tipe 36/120, dan tipe 45/145.

Saat itu, banyak konsumen yang membatalkan pembelian karena tidak percaya dengan promosi BSD sebagai Kota Mandiri, setelah mereka melihat lokasi rumah yang diklaim jauh ke mana-mana. Mereka yang sudah terlanjur menjual rumahnya di Serpong, pastinya bakal menyesal melihat pesatnya perkembangan kawasan Serpong saat ini.

Didukung dengan Fasilitas yang Lengkap
Kawasan Serpong bukan hanya ada BSD saja, tetapi juga ada Alam Sutera dan Gading Serpong. Kawasan ini sekarang didukung dengan fasilitas hunian yang lengkap, mulai dari sekolah, universitas, pusat perbelanjaan, perkantoran hingga pasar modern.

Jika dulu warga yang ingin ke bank harus pergi ke Kota Tangerang yang berjarak 18 kilometer dari BSD, kini hampir semua bank sudah bertebaran di kawasan Serpong. Bahkan, perusahaan besar seperti Unilever juga memindahkan kantor pusatnya ke BSD sejak akhir 2016.

Pusat perbelanjaan modern seperti Summarecon Mal Serpong (SMS), Teras Kota, Living World, Mall @ Alam Sutera, The Breeze, AEON Mall BSD, hingga Qbig BSD. Selain itu, ada juga gedung konvensi dan pameran terbesar di Asia Tenggara, Indonesia Convention Exhibition (ICE) serta puluhan hotel dan apartemen yang berdiri di Serpong.

Berubah Menjadi Smart City
Perkembangan dunia digital juga mendorong pengembang di kawasan ini untuk melakukan perubahan. Contohnya, BSD mulai berkembang menjadi Smart Digital City. Kemudian, Apple Inc telah membangun pusat riset dan inovasi di Green Office Park BSD.

BSD yang bisa dibilang sebagai ikon Serpong ini, memang diarahkan menjadi seperti Silicon Valley. Bahkan, Sinar Mas Land mengeluarkan dana hingga Rp7 triliun untuk membangun Digital Hub agar bisa menampung perusahaan atau institusi yang bergerak dalam dunia digital di kawasan ini.

Demi menunjukkan keseriusannya untuk membangun Smart City, pihak BSD sampai membangun lembaga pendidikan informal yang mendukung pertumbuhan digital, seperti GeeksFarm dan Purwadhika Startup & Coding School.

Jadi, itulah hal-hal yang membuat Serpong kini makin berkembang. Kalau kamu mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti bisa dilakukan di Serpong. Semua yang kamu butuhkan ada di kawasan ini!

Soffi Amira Putri

soffi@side.id

Related Posts

Comments